I. Identitas
Nama Guru : Dewi Cahyanti, S.Pd.
Mata Pelajaran : Sejarah Tingkat Lanjut
Hari/Tanggal : Rabu, 11 Maret 2026
Kelas : XI.F.S.2.
Materi : Pemikiran-pemikiran Besar Dunia
2. Tujuan Pembelajaran :
Siswa diharapkan mampu memahami dan menjelaskan hubungan perkembangan paham-paham besar seperti demokrasi, liberalisme, sosialisme, nasionalisme, pan-islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika.
3. Materi Pembelajaran
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Selamat pagi anak-anak Ibu yang sholeh dan sholehah! semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan dilindungi oleh Allah Swt…
Pada pertemuan sebelumnya kita sudah memabahas terkait Revolusi-revolusi Besar Dunia yang memiliki dampak signifikan terhadap banyak negara di Dunia. Tidak jauh berbeda dari sebelumnya, pada pertemuan kali ini kita akan membahas Pemikiran-pemikiran (ideologi) dari tokoh dunia yang juga akan memberikan pengaruh pada keberlangsungan hidup kita hingga saat ini.
Pada abad ke-19, di kawasan Eropa muncul berbagai pemikiran yang berkenaan dengan kehidupan umat manusia. Lahirnya pemikiran pada abad tersebut tidak hanya berpengaruh di kawasan Eropa saja, tetapi mampu memberikan kekuatan yang besar bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia untuk merealisasikan nilai-nilai asasi kemanusiaan, terutama yang berhubungan dengan kemerdekaan hidup manusia. Adapun pemikiran yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah pemikiran nasionalisme, liberalisme, sosialisme, dan demokrasi.
A. Pengertian Ideologi
- Menurut Sargent, ideologi adalah suatu sistem nilai dan kepercayaan yang diterima oleh sekelompok orang dalam wilayah tertentu yang berkaitan dengan bagaimana kehidupan mereka ditata dan dilakukan sebagai pedoman apa yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan sosial.
- Menurut Clifford Geertz, ideologi adalah sistem simbol yang membawa serta peraturan pada dunia yang didasarkan pada kebudayaan yang secara psikologis menimbulkan kepuasan.
- Menurut A.S. Hornby, ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik yang diyakini oleh seseorang atau kelompok tertentu.
Secara umum pengertian ideologi adalah suatu sistem atau pola pikir manusia dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara.
B. Konsep Dasar Ideologi
Dapat didefinisikan ideologi merupakan ilmu mengenai keyakinan dan cita-cita. Ideologi merupakan kata ajaib yang menciptakan pemikiran dan semangat hidup di antara manusia terutama kaum muda, khususnya di antara cendekiawan atau intelektual dalam suatu masyarakat.
Ideologi adalah suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam yang dipunyai dan dipegang oleh suatu masyarakat tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku mereka bersama dalam berbagai segi kehidupan duniawi mereka. Ideologi juga memiliki arti konsepsi manusia mengenai politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan untuk diterapkan dalam suatu masyarakat atau negara.
C. Proses Kelahiran Ideologi
Tentang bagaimana ideologi lahir, pada dasarnya ideologi terumuskan dengan sejumlah kemungkinan sebagai berikut.
- Ideologi lahir karena diinspirasikan oleh sosok tokoh yang luar biasa, dalam sejarah bangsanya. Ia hadir membawa sekaligus mampu memberikan inspirasi serta pengaruh kuat terhadap orang lain secara luas. Pada keadaan ini, gagasan seseorang yang ‘luar biasa’, alam pemikirannya mengenai cita-cita masyarakat yang diperjuangkan dalam gerakan politik diakui dan dirumuskan secara sistematis itu atas kehendak pelaku dan dukungan pengikut menjadi ideologi. Artinya ideologi itu lahir dari pemikiran seseorang.
- Berdasarkan alam pikiran masyarakat, ideologi itu dirumuskan oleh sejumlah orang yang berpengaruh dan merepresentasikan kelompok masyarakat kemudian disepakati sebagai pedoman dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Apabila perlu diciptakan mitos-mitos untuk mendapatkan pengakuan legal dan kultural dari masyarakat bersangkutan sehingga mereka tunduk dan meyakini kebenaran ideologi tersebut.
- Berdasarkan keyakinan tertentu yang bersifat universal, ideologi itu lahir dan dibawa oleh orang yang diyakini sebagai kehendak Tuhan, dengan pesan untuk melakukan pembebasan dan memberikan bimbingan dalam mengatur kehidupan yang sebenarnya serta konsekuensi moral di kemudian hari yang akan diterima bila melanggarnya. Ideologi ini berisi pesan moral yang sesuai dengan nurani serta dasar primordial manusia. Oleh sebab itu, ideologi yang lahir dari suatu keyakinan iman dan bersifat universal akan hidup secara permanen tidak akan goyah dan mati. Biasanya ideologi ini lahir diinspirasikan oleh ajaran agama.
4. Fungsi dan Faktor Pendukung Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem keyakinan yang dimiliki oleh suatu masyarakat atau bangsa yang bersifat menyeluruh yang mendalam mengenai segala segi kehidupan kenegaraan, kemasyarakatan, dan kebangsaan. Ideologi mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:
- Fungsi Etis: Sebagai panduan dan sikap serta perilaku kelompok masyarakat dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan.
- Fungsi Integrasi: Nilai yang menjadi pengikat suatu bangsa atau masyarakat.
- Fungsi Kritis: Sebagai ukuran nilai yang dapat digunakan untuk melakukan kritik terhadap nilai atau keadaan tertentu.
- Fungsi Praksis: Sebagai acuan dalam memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat.
- Fungsi Justifikasi: Ideologi sebagai nilai pembenar atas suatu tindakan atau kebijakan tertentu yang dikeluarkan oleh suatu kelompok tertentu.
Salah satu Pahlawan Proklamator di Indonesia, yaitu Ir. Soekarno dikenal sebagai pencetus ideologi Pancasila. Dalam proses penggembaran intelektualnya, beliau telah mempelajari berbagai aliran ideologi di dunia. Sejumlah aliran ideologi turut memengaruhi pemikiran Soekarno dalam merumuskan marhaenisme. Ideologi atau pandangan hidup itu antara lain seperti nasionalisme, Islamisme, Marxisme, dan Jawaisme. Namun, inspirasi paling besar datang dari Karl Marx. Marhaenisme merupakan teori sekaligus tujuan yang baru tercapai jika sistem kapitalisme dan feodalisme dihapuskan.
4. Assesment
Silahkan kalian identifikasi apakah proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas Ir. Soekarno berkaitan dengan adanya pengaruh ideologi besar dunia, seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, marxisme, dan lain-lain!
Streak for Today
“Ideologi merupakan kata ajaib yang menciptakan pemikiran dan semangat hidup di antara manusia terutama kaum muda”

Alya Dwi Savira Rova XI IPS 2
BalasHapusJawab : Kelahiran Pancasila yang digagas oleh Soekarno dipengaruhi oleh beberapa ideologi dunia seperti nasionalisme, Islamisme, sosialisme, dan marxisme. Nasionalisme memberi semangat persatuan bangsa, Islamisme memberi dasar ketuhanan, sosialisme menekankan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat, sedangkan marxisme memberi pengaruh pada gagasan persamaan dan penolakan terhadap penindasan. Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan budaya bangsa Indonesia hingga terbentuk Pancasila sebagai ideologi negara.
Syafira Filia XI IPS 2
BalasHapusSilahkan kalian identifikasi apakah proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas Ir. Soekarno berkaitan dengan adanya pengaruh ideologi besar dunia, seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, marxisme, dan lain-lain!
Proses kelahiran Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang berkaitan dengan pengaruh beberapa ideologi besar dunia, tetapi tidak berarti Pancasila meniru ideologi tersebut secara langsung. Pengaruh nasionalisme terlihat pada sila Persatuan Indonesia yang menekankan pentingnya persatuan bangsa. Nilai keagamaan atau Islamisme tercermin dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa karena masyarakat Indonesia memiliki kehidupan religius yang kuat. Selain itu, pengaruh sosialisme tampak pada gagasan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Soekarno juga mempelajari pemikiran Marxis, terutama dalam hal kritik terhadap penindasan dan kolonialisme, meskipun tidak mengadopsinya secara penuh. Di sisi lain, konsep demokrasi terlihat pada sila kerakyatan yang menekankan musyawarah dan perwakilan. Dengan demikian, Pancasila merupakan hasil sintesis berbagai pengaruh pemikiran dunia yang kemudian disesuaikan dengan nilai budaya dan kondisi masyarakat Indonesia.
Zavina Sachi Edira
BalasHapusBerkaitan, karena Soekarno mempelajari banyak pemikiran ideologi dari berbagai negara ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dari ideologi-ideologi itu, beliau mengambil nilai yang dianggap baik dan cocok dengan keadaan masyarakat Indonesia. Nilai itu kemudian dipadukan dengan budaya bangsa, kepribadian masyarakat, dan nilai agama yang sudah hidup di Indonesia. Jadi menurut saya, Pancasila tidak meniru satu ideologi tertentu, tetapi merupakan hasil gabungan dari berbagai pemikiran yang kemudian disesuaikan dengan karakter bangsa Indonesia. Karna itu Pancasila bisa diterima oleh seluruh rakyat Indonesia dan dijadikan sebagai dasar negara.
Audrey Tabina XI IPS 2
BalasHapusiya, lahirnya ideologi Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang ada pengaruh dari beberapa ideologi besar dunia tapi ideologi-ideologi itu tidak diambil begitu saja, Soekarno menyesuaikannya dengan nilai-nilai yang sudah ada di masyarakat Indonesia seperti gotong royong, persatuan, dan musyawarah. Karena itu, Pancasila menjadi ideologi yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Fadya Jersy Salsabila
BalasHapusProses kelahiran Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang berkaitan dengan pengaruh berbagai pemikiran besar yang berkembang di dunia pada masa itu. Soekarno mempelajari banyak gagasan tentang kehidupan politik, sosial, dan ekonomi dari berbagai tokoh. Pengetahuan tersebut kemudian memengaruhi cara pandangnya dalam melihat masalah penjajahan, ketidakadilan sosial, dan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Walaupun demikian, Soekarno tidak mengambil pemikiran tersebut secara langsung untuk dijadikan dasar negara. Ia mengolah, menyesuaikan, dan memadukan berbagai gagasan itu dengan nilai-nilai budaya, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa proses kelahiran Pancasila memang dipengaruhi oleh berbagai pemikiran dunia yang dipelajari Soekarno. Namun, Pancasila tetap merupakan hasil rumusan yang disesuaikan dengan kepribadian dan nilai-nilai bangsa Indonesia sehingga menjadi ideologi yang khas dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
Vyra Dwi Aprilia XI IPS 2
BalasHapusYa, proses lahirnya ideologi Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang berkaitan dengan pengaruh beberapa ideologi besar dunia. Soekarno banyak mempelajari berbagai pemikiran seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, dan marxisme. Namun, beliau tidak mengambil ideologi tersebut secara langsung, melainkan menyesuaikannya dengan kondisi dan budaya masyarakat Indonesia.
Karena itu, Pancasila menjadi ideologi yang bersifat gabungan dan khas Indonesia.
Syafira Zalsabila XI FS2
BalasHapusIya, proses lahirnya ideologi Pancasila emang berkaitan dengan adanga perngaruh ideologi besar dunia. Soekarno sudah mempelajari berbagai aliran ideologi seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, marxisme dan inspirasi yang paling besar dateng dari Karl Marx.
Dari berbagai ideologi atau pemikiran itu, Soekarno kemudian merumuskan merhaenisme yang bertujuan untuk mengahapuskan sistem kapitalisme dan feodalisme. Jadi, bisa disimpulkan kalau proses lahirnya Pancasila emang dipengaruhi oleh ideologi dunia yang udah dipelajarin oleh Soekarno, lalu disesuaikan sama kondisi kehidupan masyarakat Indonesia.
Luthfiana Rasya 11 IPS 2
BalasHapusiya, proses kelahiran ideologi pancasila yang digagas ir. soekarno memang ada kaitannya dengan pengaruh beberapa ideologi besar di dunia. soekarno mempelajari banyak pemikiran seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, dan marxisme. dari berbagai pemikiran itu, beliau mengambil nilai-nilai yang dianggap baik lalu menyesuaikannya dengan keadaan dan budaya masyarakat indonesia.
jadi pancasila tidak meniru satu ideologi saja, tetapi merupakan gabungan dari berbagai pemikiran yang disesuaikan dengan kepribadian bangsa indonesia supaya bisa menjadi pedoman hidup bagi masyarakat dan negara.
nabila hafiza az-zahra XI IPS 2
BalasHapusproses kelahiran ideologi pancasila yang digagas oleh ir. soekarno berkaitan dengan pengaruh beberapa ideologi besar di dunia, seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, dan marxisme. namun, soekarno tidak menyalin ideologi tersebut secara langsung, melainkan mengambil nilai-nilai yang baik lalu menyesuaikannya dengan kondisi dan budaya masyarakat indonesia. dari nasionalisme muncul gagasan persatuan dan cinta tanah air, dari islamisme terdapat nilai moral dan kepercayaan kepada tuhan, sedangkan dari sosialisme dan marxisme ada pemikiran tentang keadilan sosial serta pembelaan terhadap rakyat kecil. semua nilai tersebut kemudian dipadukan dengan nilai budaya bangsa indonesia.karena itu, pancasila lahir dari perpaduan berbagai pemikiran yang disesuaikan dengan kepribadian bangsa indonesia sehingga cocok dijadikan dasar negara.
Kalilla Nur Aisyah
BalasHapusberkaitan, tetapi ideologi itu disesuaikan lagi dengan kondisi negara kita tercinta ini REPUBLIK INDONESIA ❤️🤍
Seperti dipengaruhi nasionalisme kaya yang tertera di pancasila kita yang ke 3 yang menekankan pada persatuan kita sebagai rakyat yang mencintai dan menjaga tanah air ini.
terus islamisme, dulu kan piagam jakarta sebelum dirubag ada yang isinya “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” tetapi itu menjadi salah satu kontra pada saat itu, karna tidak semua rakya indonesia beragama islam. tetapi dari situlah dasar indonesia menjadi negara yang menjujung tinggi ketuhanan mau dari agama apapun, jadilah sila 1.
sosialisme iya banget, dia salaah satu ideologi dunia yang menjadi mindset diindonesia bahkan hingga saat ini seperti di sila ke 5.
jadi intinya adalah ini berkaitan dengan beberapa ideologi dunia yang menjadi inspirasi bagi soekarno, namun disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi,dan yang adil serta menguntungkan untuk setiap warga indonesia dalam jangka panjang...
almi pratama XI IPS 2
BalasHapusYa,kelahiran Pancasila memang berkaitan dengan pengaruh berbagai ideologi dunia seperti nasionalisme, Islamisme, sosialisme, dan sebagian gagasan Marxisme. Namun, Soekarno menggabungkan dan menyaring berbagai ide tersebut dengan nilai-nilai budaya, agama, dan tradisi bangsa Indonesia, sehingga lahirlah Pancasila sebagai ideologi khas Indonesia yang bersifat terbuka dan tidak identik dengan satu ideologi dunia tertentu.
Ghefira Nur Fatimah (16) XI IPS 2
BalasHapusya, proses lahirnya pancasila yg digagas oleh Soekarno memang ada kaitannya dg pengaruh ideologi besar di dunia. soekarno banyak mempelajari berbagai pemikiran seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, dan jg pemikiran dari Karl Marx. dari situ beliau mendapat banyak inspirasi tentang perjuangan melawan penjajahan, keadilan sosial, dan pentingnya persatuan rakyat.
tapi ideologi-ideologi itu tidak langsung diambil begitu saja. soekarno menggabungkannya dengan nilai budaya dan kehidupan masyarakat indonesia, seperti gotong royong, musyawarah, dan kepercayaan kepada tuhan. karena itu akhirnya lahir pancasila yg isinya menyesuaikan dg keadaan bangsa Indonesia sendiri.
jadi bisa dibilang pancasila memang dipengaruhi oleh beberapa ideologi dunia, tetapi tetap diolah lagi supaya cocok dg nilai dan kepribadian bangsa Indonesia.
Abdul hafiz adlan X1.F.S.2
BalasHapusJawab:Proses kelahiran Pancasila yang digagas oleh Soekarno berkaitan dengan pengaruh beberapa ideologi besar dunia. Nasionalisme memengaruhi gagasan persatuan bangsa, islamisme memengaruhi nilai Ketuhanan, sosialisme memengaruhi gagasan keadilan sosial, dan marxisme memengaruhi pemikiran tentang kesetaraan serta penolakan terhadap penindasan. Namun, Soekarno tidak mengambil ideologi tersebut secara penuh, melainkan memadukannya dengan nilai budaya dan kepribadian bangsa Indonesia sehingga lahirlah Pancasila sebagai ideologi yang khas bagi Indonesia.
Diana Febriyanti Xl.F.S2
BalasHapusiya, sangat berkaitan. Lahirnya Pancasila tidak bisa dilepaskan dari dialektika Ir. Soekarno dengan berbagai ideologi besar dunia. Namun, Soekarno tidak sekadar menjiplak, melainkan mengambil sari pati ideologi global lalu memodifikasinya agar sesuai dengan kepribadian dan budaya bangsa Indonesia.
Nasionalisme: Soekarno menyerap gagasan Nation-State (Negara-Bangsa) dari Barat. Islamisme: Melalui interaksinya dengan tokoh-tokoh pergerakan Islam. Marxisme & Sosialisme: Soekarno secara terang-terangan menggunakan metode berpikir Marxisme untuk membedah kolonialisme. Demokrasi (Liberalisme): Beliau mengambil konsep kedaulatan rakyat dari tradisi demokrasi Barat, lalu beliau menggantinya dengan musyawarah mufakat.
Madina Ayu Aurelia Amri (24)
BalasHapusMenurut saya iya, proses lahirnya ideologi pancasila yang digagas oleh Soekarno memang berkaitan dengan pengaruh beberapa ideologi besar dunia seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, dan marxisme. Soekarno mempelajari berbagai pemikiran tersebut saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tetapi Soekarno tidak langsung meniru ideologi-ideologi tersebut ia menggabungkan dan menyesuaikannya dengan budaya serta kondisi masyarakat Indonesia. Dari situlah akhirnya lahir Pancasila sebagai dasar negara yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.
Cantika azka zahra 11 ips 2
BalasHapusYa, proses lahirnya Pancasila yang digagas oleh Ir. Soekarno memang dipengaruhi oleh beberapa ideologi besar dunia. Misalnya nasionalisme yang menekankan persatuan bangsa, Islamisme yang terlihat dari nilai Ketuhanan, serta sosialisme dan Marxisme yang mempengaruhi gagasan keadilan sosial. Namun Soekarno tidak menyalin ideologi tersebut secara langsung, melainkan menggabungkannya dan menyesuaikannya dengan kondisi serta budaya Indonesia.
Faizah Rakha Arifatunnisa 11 IPS 2
BalasHapusDalam proses pemikirannya, Soekarno mempelajari beberapa aliran seperti nasionalisme, Islamisme, sosialisme, dan juga pemikiran dari Karl Marx yang berkaitan dengan Marxisme. Pengaruh berbagai ideologi tersebut kemudian dipadukan dengan nilai-nilai budaya, agama, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Dari perpaduan itu lahirlah gagasan Pancasila sebagai ideologi yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dan tidak sepenuhnya meniru ideologi dari luar.
Kiffa Arta Kirana 11 ips 2
BalasHapusYaa, proses lahirnya Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang berkaitan dengan pengaruh beberapa ideologi besar dunia, tetapi tidak diambil secara langsung. Soekarno menggabungkan dan menyesuaikannya dengan kondisi masyarakat Indonesia saat merumuskan Pancasila dalam sidang BPUPKI tahun 1945.
Secara singkat:
• Nasionalisme → terlihat pada sila Persatuan Indonesia.
• Islam / nilai religius → tercermin pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
• Sosialisme dan pemikiran kesejahteraan → tampak pada sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kesimpulannya, Pancasila merupakan hasil perpaduan berbagai ideologi dunia yang disesuaikan dengan budaya, nilai, dan kebutuhan bangsa Indonesia.
Kelahiran ideologi Pancasila memang dipengaruhi oleh berbagai ideologi besar dunia seperti nasionalisme, Islamisme, sosialisme, dan Marxisme. Namun, Soekarno menggabungkan dan menyesuaikannya dengan nilai budaya bangsa Indonesia, sehingga Pancasila menjadi ideologi yang khas dan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
BalasHapusSaskia Oktavia Rizki 11 ips 2
BalasHapusProses kelahiran Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang berkaitan dengan pengaruh berbagai pemikiran besar yang berkembang di dunia pada masa itu. Soekarno mempelajari banyak gagasan tentang kehidupan politik, sosial, dan ekonomi dari berbagai tokoh. Pengetahuan tersebut kemudian memengaruhi cara pandangnya dalam melihat masalah penjajahan, ketidakadilan sosial, dan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Walaupun demikian, Soekarno tidak mengambil pemikiran tersebut secara langsung untuk dijadikan dasar negara. Ia mengolah, menyesuaikan, dan memadukan berbagai gagasan itu dengan nilai-nilai budaya, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa proses kelahiran Pancasila memang dipengaruhi oleh berbagai pemikiran dunia yang dipelajari Soekarno. Namun, Pancasila tetap merupakan hasil rumusan yang disesuaikan dengan kepribadian dan nilai-nilai bangsa Indonesia sehingga menjadi ideologi yang khas dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
M. Vahza Lilam Putra
BalasHapusXI.S.2
Kelahiran Pancasila oleh Ir. Soekarno dipengaruhi beberapa ideologi dunia seperti Nasionalisme, Islamisme, Sosialisme, dan Marxisme. Namun ideologi tersebut tidak ditiru sepenuhnya, melainkan disesuaikan dengan nilai dan budaya bangsa Indonesia.
Malika khaira ap 11 IPS2
BalasHapusYa, ada kaitannya. Gagasan Pancasila yang disampaikan oleh Soekarno juga dipengaruhi beberapa ideologi dunia seperti nasionalisme, sosialisme, dan nilai-nilai agama. Tetapi ideologi tersebut tidak diambil mentah-mentah, melainkan dipadukan dengan budaya dan nilai masyarakat Indonesia sehingga lahirlah Pancasila sebagai dasar negara.