I. Identitas
Nama Guru : Dewi Cahyanti, S.Pd.
Mata Pelajaran : Sejarah Tingkat Lanjut
Hari/Tanggal : Senin, 9 Maret 2026
Kelas : XI.F.C.1
Materi : Pemikiran-pemikiran Besar Dunia
2. Tujuan Pembelajaran :
Siswa diharapkan mampu memahami dan menjelaskan hubungan perkembangan paham-paham besar seperti demokrasi, liberalisme, sosialisme, nasionalisme, pan-islamisme dengan gerakan nasionalisme di Asia-Afrika.
3. Materi Pembelajaran
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Selamat pagi anak-anak Ibu yang sholeh dan sholehah! semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan dilindungi oleh Allah Swt…
Pada pertemuan sebelumnya kita sudah memabahas terkait Revolusi-revolusi Besar Dunia yang memiliki dampak signifikan terhadap banyak negara di Dunia. Tidak jauh berbeda dari sebelumnya, pada pertemuan kali ini kita akan membahas Pemikiran-pemikiran (ideologi) dari tokoh dunia yang juga akan memberikan pengaruh pada keberlangsungan hidup kita hingga saat ini.
Pada abad ke-19, di kawasan Eropa muncul berbagai pemikiran yang berkenaan dengan kehidupan umat manusia. Lahirnya pemikiran pada abad tersebut tidak hanya berpengaruh di kawasan Eropa saja, tetapi mampu memberikan kekuatan yang besar bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia untuk merealisasikan nilai-nilai asasi kemanusiaan, terutama yang berhubungan dengan kemerdekaan hidup manusia. Adapun pemikiran yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah pemikiran nasionalisme, liberalisme, sosialisme, dan demokrasi.
A. Pengertian Ideologi
- Menurut Sargent, ideologi adalah suatu sistem nilai dan kepercayaan yang diterima oleh sekelompok orang dalam wilayah tertentu yang berkaitan dengan bagaimana kehidupan mereka ditata dan dilakukan sebagai pedoman apa yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan sosial.
- Menurut Clifford Geertz, ideologi adalah sistem simbol yang membawa serta peraturan pada dunia yang didasarkan pada kebudayaan yang secara psikologis menimbulkan kepuasan.
- Menurut A.S. Hornby, ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik yang diyakini oleh seseorang atau kelompok tertentu.
Secara umum pengertian ideologi adalah suatu sistem atau pola pikir manusia dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara.
B. Konsep Dasar Ideologi
Dapat didefinisikan ideologi merupakan ilmu mengenai keyakinan dan cita-cita. Ideologi merupakan kata ajaib yang menciptakan pemikiran dan semangat hidup di antara manusia terutama kaum muda, khususnya di antara cendekiawan atau intelektual dalam suatu masyarakat.
Ideologi adalah suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam yang dipunyai dan dipegang oleh suatu masyarakat tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku mereka bersama dalam berbagai segi kehidupan duniawi mereka. Ideologi juga memiliki arti konsepsi manusia mengenai politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan untuk diterapkan dalam suatu masyarakat atau negara.
C. Proses Kelahiran Ideologi
Tentang bagaimana ideologi lahir, pada dasarnya ideologi terumuskan dengan sejumlah kemungkinan sebagai berikut.
- Ideologi lahir karena diinspirasikan oleh sosok tokoh yang luar biasa, dalam sejarah bangsanya. Ia hadir membawa sekaligus mampu memberikan inspirasi serta pengaruh kuat terhadap orang lain secara luas. Pada keadaan ini, gagasan seseorang yang ‘luar biasa’, alam pemikirannya mengenai cita-cita masyarakat yang diperjuangkan dalam gerakan politik diakui dan dirumuskan secara sistematis itu atas kehendak pelaku dan dukungan pengikut menjadi ideologi. Artinya ideologi itu lahir dari pemikiran seseorang.
- Berdasarkan alam pikiran masyarakat, ideologi itu dirumuskan oleh sejumlah orang yang berpengaruh dan merepresentasikan kelompok masyarakat kemudian disepakati sebagai pedoman dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Apabila perlu diciptakan mitos-mitos untuk mendapatkan pengakuan legal dan kultural dari masyarakat bersangkutan sehingga mereka tunduk dan meyakini kebenaran ideologi tersebut.
- Berdasarkan keyakinan tertentu yang bersifat universal, ideologi itu lahir dan dibawa oleh orang yang diyakini sebagai kehendak Tuhan, dengan pesan untuk melakukan pembebasan dan memberikan bimbingan dalam mengatur kehidupan yang sebenarnya serta konsekuensi moral di kemudian hari yang akan diterima bila melanggarnya. Ideologi ini berisi pesan moral yang sesuai dengan nurani serta dasar primordial manusia. Oleh sebab itu, ideologi yang lahir dari suatu keyakinan iman dan bersifat universal akan hidup secara permanen tidak akan goyah dan mati. Biasanya ideologi ini lahir diinspirasikan oleh ajaran agama.
4. Fungsi dan Faktor Pendukung Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem keyakinan yang dimiliki oleh suatu masyarakat atau bangsa yang bersifat menyeluruh yang mendalam mengenai segala segi kehidupan kenegaraan, kemasyarakatan, dan kebangsaan. Ideologi mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:
- Fungsi Etis: Sebagai panduan dan sikap serta perilaku kelompok masyarakat dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan.
- Fungsi Integrasi: Nilai yang menjadi pengikat suatu bangsa atau masyarakat.
- Fungsi Kritis: Sebagai ukuran nilai yang dapat digunakan untuk melakukan kritik terhadap nilai atau keadaan tertentu.
- Fungsi Praksis: Sebagai acuan dalam memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat.
- Fungsi Justifikasi: Ideologi sebagai nilai pembenar atas suatu tindakan atau kebijakan tertentu yang dikeluarkan oleh suatu kelompok tertentu.
Salah satu Pahlawan Proklamator di Indonesia, yaitu Ir. Soekarno dikenal sebagai pencetus ideologi Pancasila. Dalam proses penggembaran intelektualnya, beliau telah mempelajari berbagai aliran ideologi di dunia. Sejumlah aliran ideologi turut memengaruhi pemikiran Soekarno dalam merumuskan marhaenisme. Ideologi atau pandangan hidup itu antara lain seperti nasionalisme, Islamisme, Marxisme, dan Jawaisme. Namun, inspirasi paling besar datang dari Karl Marx. Marhaenisme merupakan teori sekaligus tujuan yang baru tercapai jika sistem kapitalisme dan feodalisme dihapuskan.
4. Assesment
Silahkan kalian identifikasi apakah proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas Ir. Soekarno berkaitan dengan adanya pengaruh ideologi besar dunia, seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, marxisme, dan lain-lain!
Streak for Today
“Ideologi merupakan kata ajaib yang menciptakan pemikiran dan semangat hidup di antara manusia terutama kaum muda”

keyzia indah azzahra 11.fc.1
BalasHapusYa, proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas oleh Ir. Soekarno memang berkaitan dengan pengaruh beberapa ideologi besar dunia, tetapi tidak diambil secara utuh. Soekarno menggabungkan berbagai pemikiran tersebut dan menyesuaikannya dengan kondisi serta budaya bangsa Indonesia.
Imtiyaz Sabilah 11 ipc 1
BalasHapus= Ya, karena ideologi Pancasila yang digagas oleh Soekarno dipengaruhi beberapa ideologi dunia, seperti nasionalisme (persatuan bangsa), Islamisme (nilai ketuhanan), sosialisme dan marxisme (keadilan sosial), serta demokrasi (musyawarah). Semua pengaruh tersebut dipadukan dengan nilai budaya Indonesia sehingga lahirlah Pancasila
Ya, proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas oleh Soekarno berkaitan dengan pengaruh beberapa ideologi besar dunia seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, dan marxisme. Namun, pengaruh tersebut tidak diambil secara langsung, melainkan dipadukan dengan nilai budaya, agama, dan kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, Pancasila menjadi ideologi yang khas dan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
BalasHapusViona Oktapuri XI IPC 1
Dalam proses kelahiran Pancasila, Ir. Soekarno berusaha untuk menggabungkan nilai-nilai dari berbagai ideologi besar dunia dan menciptakan sebuah ideologi yang unik dan sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai bangsa Indonesia.
BalasHapusrafiq asyrof saputra XI IPC 1
Iya, sangat berkaitan karna Pancasila adalah sintesis (perpaduan) cerdas dari ideologi-ideologi besar tersebut yang disaring dan disesuaikan dengan kepribadian asli bangsa Indonesia (Gotong Royong).
BalasHapusNasionalisme: Menjadi dasar sila Persatuan.
Islamisme: Menjadi jiwa sila Ketuhanan.
Marxisme/Sosialisme: Menjadi inspirasi sila Keadilan Sosial.
Demokrasi: Menjadi cara pengambilan keputusan melalui Musyawarah.
Internasionalisme: Menjadi dasar sila Kemanusiaan.
Ya, gagasan Pancasila oleh Soekarno dipengaruhi beberapa ideologi dunia seperti nasionalisme, Islamisme, sosialisme, demokrasi, dan humanisme. Namun ideologi tersebut tidak ditiru langsung, melainkan dipadukan dengan nilai budaya Indonesia.
BalasHapusPancasila kemudian dirumuskan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia tahun 1945 sebagai dasar negara yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
fauzan arman 11ipc1
Mirta Raihan Sobil XI.IPC.1
BalasHapusYa Karena, Proses kelahiran Pancasila yang digagas Soekarno berkaitan dengan pengaruh beberapa ideologi dunia seperti nasionalisme, agama (Islam), sosialisme, dan demokrasi. Namun, ideologi tersebut tidak diambil secara langsung, melainkan dipadukan dengan nilai budaya dan kepribadian bangsa Indonesia sehingga lahirlah Pancasila sebagai ideologi negara.
Ya, proses kelahiran Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang dipengaruhi oleh berbagai ideologi besar dunia, seperti nasionalisme, agama, sosialisme, dan demokrasi. Namun, Soekarno merumuskan Pancasila dengan menyesuaikannya dengan nilai budaya, agama, dan kepribadian bangsa Indonesia, sehingga menjadi ideologi yang khas bagi indonesia.
BalasHapusArka Bunga xi ipc 1
anela althafia budi Xl ipc 1
BalasHapusYa, kelahiran ideologi Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang berkaitan dengan pengaruh berbagai ideologi besar dunia, tetapi tidak meniru sepenuhnya. Soekarno menggabungkan dan menyesuaikan ide-ide tersebut dengan kondisi bangsa Indonesia.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusChalisa Asfarina XI F.C. 1
BalasHapusMenurut saya, proses lahirnya ideologi Soekarno dalam merumuskan Pancasila memang berkaitan dengan pengaruh berbagai ideologi besar dunia. Soekarno mempelajari ideologi seperti nasionalisme, Islamisme, sosialisme, dan pemikiran Karl Marx. Namun, ideologi-ideologi tersebut tidak diambil secara utuh, melainkan dipadukan dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Karena itu lahirlah Pancasila sebagai ideologi yang mencerminkan nilai persatuan, keadilan sosial, dan kehidupan berbangsa yang sesuai dengan budaya Indonesia.
Ya, proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas oleh Ir. Soekarno sangat berkaitan erat dengan pengaruh berbagai ideologi besar dunia. Soekarno, dalam pengembaraan intelektualnya, menyerap berbagai pemikiran global namun tetap menyesuaikannya dengan kepribadian bangsa Indonesia
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusYa, kelahiran Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang dipengaruhi oleh berbagai ideologi besar dunia, seperti nasionalisme, Islam, sosialisme, dan demokrasi. Namun, Pancasila tidak meniru ideologi tersebut, melainkan mengambil nilai-nilai yang sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa Indonesia lalu menggabungkannya menjadi ideologi negara.
BalasHapusBunga Syafhira Lovinalia XI F.C 1
Khalisa Putri kls XI F.C.1
BalasHapusYa, sangat berkaitan karena Ideologi Pancasila bukan hasil menjiplak ideologi asing, melainkan hasil galian dan sintesis Soekarno terhadap ideologi besar dunia (Nasionalisme,Sosialisme/Marxisme,Islamisme/Agama). Namun disesuaikan dengan akar budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Khansa Yusra Fathiyya
BalasHapusProses lahirnya ideologi Pancasila yang digagas oleh Soekarno berkaitan dengan pengaruh berbagai ideologi besar dunia, tetapi tidak diambil secara mentah. Beliau mengolah, menyaring, dan menyesuaikannya dengan kepribadian serta budaya bangsa Indonesia sehingga lahirlah ideologi pancasila yang isinya adalah kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri
Muhammad pardhan Aminudin 11 IPC 1
BalasHapusYa, proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang memiliki kaitan dengan pengaruh berbagai ideologi besar dunia, seperti nasionalisme, islamisme, sosialisme, dan marxisme. Soekarno mempelajari berbagai pemikiran tersebut ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Namun, ideologi-ideologi itu tidak diambil secara langsung, melainkan dijadikan bahan pemikiran untuk merumuskan dasar negara yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Dimas Jaya Negara 11 F.C
BalasHapusYa, proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang berkaitan dengan pengaruh berbagai ideologi besar dunia, tetapi tidak diambil secara mentah. Soekarno mengolah, menyaring, dan menyesuaikannya dengan kondisi sosial, budaya, dan sejarah Indonesia. Hal ini terlihat jelas dalam pidatonya pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, yang kemudian dikenal sebagai momen lahirnya konsep Pancasila
Milvan ardami 11 ipc 1
BalasHapusProses lahirnya pancasila yang digagas oleh ir.soekarno berkaitan dengan pengaruh pengaruh ideologi yang ada didunia seperti sosialis,marxisme, islaminisme, dll, tetapi itu semua tidak langsung menyaring ideologi tersebut secara mentah mentah, ia ambil bagian bagian dari ideologi tersebut untuk menyesuaikan dengan kepribadian orang indonesia.
Zahwa Aulya Cahya Salsabila (Xl.IPC.1)
BalasHapusjawabannya adalah YA
proses lahirnya Pancasila juga dipengaruhi oleh berbagai pemikiran ideologi dunia yang dipelajari oleh Soekarno. Namun, beliau tidak menyalinnya secara langsung, melainkan mengolah dan memadukannya dengan nilai budaya, agama, dan kehidupan masyarakat Indonesia hingga terbentuk Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Roviq aziza
BalasHapusya, proses lahirnya Pancasila yang digagas oleh Soekarno dipengaruhi beberapa ideologi dunia seperti nasionalisme, Islamisme, dan sosialisme. namun nilai-nilai tersebut disesuaikan dengan budaya dan kondisi masyarakat Indonesia sehingga menjadi ideologi khas bangsa Indonesia
Afif Dzaky Alfadhli ( XI.IPC.1)
BalasHapusYa, proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas Ir. Soekarno berkaitan dengan adanya pengaruh ideologi besar dunia.Pancasila lahir dari sintesis berbagai gagasan yang berkembang di Indonesia pada masa itu, yang juga dipengaruhi oleh ideologi-ideologi besar dunia. Soekarno berhasil menyatukan pengaruh-pengaruh ini menjadi lima sila Pancasila pada 1 Juni 1945.
Ya, proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang berkaitan dengan pengaruh berbagai ideologi besar dunia, tetapi tidak diambil secara langsung. Soekarno menggabungkan dan menyesuaikan berbagai ideologi tersebut dengan kondisi dan budaya Indonesia.
BalasHapusalief azizah 11 ipc 1
cahya bunga andelia
BalasHapusYa, proses kelahiran ideologi Pancasila yang digagas oleh Ir. Soekarno sangat berkaitan dengan pengaruh berbagai ideologi besar dunia.
Dalam merumuskan dasar negara, Ir. Soekarno melakukan sintesis dan adaptasi dari berbagai pemikiran yang beliau pelajari. Pengaruh tersebut meliputi nasionalisme, Islamisme, Marxisme, dan nilai-nilai lokal seperti Jawaisme. Soekarno mengambil intisari dari berbagai aliran tersebut dan menyesuaikannya dengan konteks budaya dan masyarakat Indonesia untuk menciptakan sebuah ideologi yang unik dan sesuai, yaitu Pancasila.
Mutiara ahadia syifa
BalasHapusmenurut saya, lahirnya Pancasila yang digagas oleh Soekarno memang dipengaruhi oleh beberapa ideologi dunia seperti nasionalisme, islamisme, dan sosialisme. Namun pengaruh itu tidak diambil langsung, melainkan disesuaikan dengan kondisi dan nilai-nilai masyarakat Indonesia sehingga menjadi ideologi yang khas bagi Indonesia.
Rafasya putra tyatama (26) ipc1
BalasHapusIya, proses lahirnya Soekarno saat merumuskan Pancasila memang dipengaruhi beberapa ideologi besar dunia seperti nasionalisme, Islamisme, sosialisme, dan marxisme. Tapi ideologi-ideologi itu tidak diambil mentah-mentah, melainkan disesuaikan dengan budaya dan keadaan masyarakat Indonesia, sehingga akhirnya terbentuk Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.