DEWI CAHYANTI, S.Pd
untuk mengakses kisi-kisi silahkan klik link di bawah ini!
DEWI CAHYANTI, S.Pd
SEJARAH INDONESIA
KELAS XI IPA 4, XI IPA 5
KOMPETENSI DASAR
3.9 Menganalisis peran dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dan Bung Hatta sebagai proklamator serta tokoh-tokoh lainnya sekirat proklamasi
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peseta didik diharapkan daat mendeskripsikan peran Bung Karno dan Bung Hatta sebagai proklamator dan tokoh lainnya.
A. Peran Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Proklamator
Dalam upaya memperjuangkan sebuah kemerdekaan suatu negara, tidak pernah lepas dari peran para tokoh penting didalamnya. Di Indonesia sendiri, kemerdekaan yang ditandai dengan digaungkannya Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus tahun 1945 diwujudkan oleh para tokoh perjuangan yang dikenal sebagai tokoh proklamator atau sang proklamator. Merunut pada sejarahnya, sang proklamator dalam proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakoni oleh 2 tokoh penting, yaitu Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Bahkan kedua tokoh yang sangat berjasa tersebut dikenal sebagai founding fathers negara Indonesia.
Ir. Soekarno
Soekarno atau yang dikenal dengan sebutan Bung Karno merupakan pria kelahiran 6 Juni 1901. Sejak masih bersekolah, Soekarno sudah aktif sebagai penggerak mahasiswa, untuk kemudian pada tahun 1927 bersama kawan-kawannya mendirikan sebuah partai politik yang disebut dengan Partai Nasional Indonesia (PNI). (Baca juga: Mengenal Sayuti Melik, Tokoh Dibalik Ketikan Teks Proklamasi) Pada masa penjajahan Jepang, Soekarno diberi kepercayaan untuk memimpin organisai Putera, Chuo Sangiin, dan PPKI. Dalam perjuangannya melawan penjajah, tidak jarang Soekarno keluar masuk penjara. Salah satu peran penting Soekarno yang sangat berharga adalah merumuskan teks proklamasi bersama dengan Moh. Hatta dan Ahmad Subarjo. Rumusan tersebut pada akhirnya diumumkan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, secara tidak langsung menginformasikan bahwa Indonesia sudah menjadi negara yang merdeka. Maka dari itu, Soekarno sampai saat ini dikenal sebagai Bapak Proklamator Indonesia.
Drs. Moh. Hatta
Moh. Hatta lahir di Bukit Tinggi pada 12 Agustus 1902. Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri, ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau menjadi salah seorang pemimpin dan Ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda. Saat kembali ke tanah air, ia aktif di dalam kegiatan politik PNI bersama Soekarno. Setelah PNI dibubarkan, Hatta aktif kembali di PNI baru, bahkan pada masa pendudukan Jepang ia menjadi salah seorang pemimpin Putera, menjadi anggota BPUPKI, dan wakil ketua PPKI. Ketika menjadi wakil PPKI, Moh Hatta dan Soekarno menjadi dwi tunggal yang sulit dipisahkan. Perannya sendiri dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan melibatkan diri secara langsung dan ikut andil dalam perumusan teks proklamasi serta ikut menandatangani teks proklamasi. Pada peristiwa detik-detik proklamasi, Moh Hatta tampil sebagai tokoh nomor dua dan mendampingi Soekarno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
untuk mengetahui informasi terkait tokoh-tokoh lainnya, silahkan akses link di bawah ini
DEWI CAHYANTI, S.Pd
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menganalisis peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945.
2. Mengevaluasi berbagai bentuk sambutan masyarakat terhadap proklamasi.
3. Merumuskan nilai-nilai kejuangan yang terkandung dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia.
4. Menalar peristiwa proklamasi kemerdekaan dan maknanya bagi kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik, dan pendidikan bangsa Indonesia
5. Menyajikan hasil penalaran dalam bentuk cerita sejarah
Pada mulanya proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia akan dibacakan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di Lapangan IKADA (yang sekarang telah menjadi Lapangan Monas) namun Rumah Bung Karno akhirnya dipilih untuk menghindari kericuhan antara penduduk dan tentara Jepang, yang berlokasi di Jl. Pegangsaan Timur No. 56.
Pada hari Jumat pagi tanggal 17 Agustus 1945, halaman rumah Ir. Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta sudah dipenuhi rakyat dan para tokoh yang ingin menyaksikan upacara pembacaan nas- kah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Para pemimpin bangsa Indone- sia yang sudah hadir adalah dr. Buntaran Martoatmojo, Mr. A. A. Maramis, Mr. Latuharhary, Abikusno Cokrosuyoso, Anwar Cokroaminoto, Harsono Cokroaminoto, Otto Iskandardinata, Ki Hajar Dewantara, Sam Ratulangi, K. H. Mas Mansur, Sayuti Melik, dr. Muwardi, Suwirjo, dan A. G. Pringgodigdo. Pada pukul 09.55 WIB Drs. Moh. Hatta datang dan akhirnya tepat pada pukul 10.00 WIB acara pembacaan naskah prokla- masi dimulai. Selanjutnya, Ir. Sukarno tampil ke depan mikrofon mem- bacakan naskah proklamasi pada pukul 10.00 WIB.
Sebelum proklamasi kemerdekaan dibacakan, pukul 10.00 WIB Ir. Sukarno menyampaikan pidatonya, yang berbunyi:
Saudara-saudara sekalian!
Saya sudah minta saudara-saudara hadir di sini untuk menjaksikan satu peristiwa maha penting dalam sejarah kita.
Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk ke- merdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombang- nya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naik dan ada turun, tetapi jiwa kita tetap menudju ke arah cita-cita.
Juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak henti-henti. Di dalam zaman Jepang ini, tampaknja saja kita menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakikatnja, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya kepada kekuatan kita sendiri
Sekarang tibalah saatnja kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air di dalam tangan kita sendiri. Hanja bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.
Maka kami, tadi malam telah mengadakan musjawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia, dari seluruh rakyat Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara! Dengan ini kami nyatakan kebulatan tekad itu. Dengarlah proklamasi kami.
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.LL, diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen '05
Atas nama bangsa Indonesia,
Soekarno/Hatta
Demikianlah, saudara-saudara!
Kita sekarang telah merdeka!
Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita bangsa kita!
Mulai saat ini kita menjusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia, merdeka, kekal abadi.
Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!
1 . I dentitas Nama Guru : Dewi Cahyanti, S.Pd. Mata Pelajaran : Sejarah Tingkat Lanjut Hari/Tanggal : Rabu, 02 April 2026 Kelas : X.F.C.1...