Nama : Dewi Cahyanti, S.Pd.
Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia
Kelas : XII IPS 2
Pertemuan : ke-2
Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia
Kelas : XII IPS 2
Pertemuan : ke-2
Kompetensi Inti :
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Tujuan Pembelajaran
1. mengidentifikasi perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan
2. mengidentifikasi bentuk-bentuk ancaman disintegrasi bangsa pada masa awal kemerdekaan
3. menganalisis pergolakan dan pemberontakan PKI Madiun 1948, DI/TII, Andi Azis, RMS, PRRI/permesta dan G30S PKI
UPAYA BANGSA INDONESIA DALAM MENGHADAPI ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA
A. Pemberontakan PKI Madiun 1948
Hasil dari perjanjian renville yang tidak menguntungkan pemerintah RI (wilayah RI meliputi sebagian wilayah Sumatera yaitu Aceh dan Padang, sebagian wilayah Jawa Tengah yang kekurangan pangan),
maka kabinet Amir Syarifuddin mendapatkan mosi tidak percaya oleh pemerintahan (dipermalukan oleh parlemen pemerintahan) pada Januari 1948. Dengan ini maka Amir Syarifuddin menjadi pihak oposisi (pihak yang menentang) pemerintahan.
Amir Syarifudin membentuk Front Demokrasi Rakyat pada 26 Februari 1948, dan menyatukan seluruh golongan sosialis kiri (kelompok kiri adalah mereka yang menganut paham anarkisme, komunisme, sosialisme, sosialisme demokrat, progresivisme, liberalisme sosial) dan komunis. Anggota FDR terdiri dari Partai Buruh Indonesia, Partai Komunis Indonesia, Pemuda Sosialis Indonesia dan Serikat Buruh Perkebunan RI.
FDR memancing bentrokan dengan lawan politiknya dengan melakukan gerakan sabotase ekonomi dan mendalangi pemogokan buruh di pabrik karung Delanggu pada tanggal 5 Juli 1948. FDR semakin kuat ketika Muso, seorang tokoh partai Komunis Indonesia kembali dari Uni Soviet dan bergabung dengan FDR.
FDR melakukan agitasi politik dengan mengecilkan Surakarta dan memprovokasi terjadinya pertentangan antara divisi Siliwangi dengan pasukan TNI di daerah Surakarta. Konflik ini menewaskan dr. Muwardi, seorang pemimpin gerakan rakyat revolusioner yang menjadi lawan politik FDR.
PKI dan FDR juga melakukan kerusuhan di daerah Madiun dengan melakukan teror serta aksi pembunuhan pada lawan politiknya yang bertujuan untuk menjatuhkan kewibawaan pemerintah RI. PKI mendirikan negara Republik Soviet Indonesia oleh Muso pada tanggal 18 September 1948 di Madiun, tindakan ini bertujuan untuk meruntuhkan negara RI dan digantikan dengan pemerintahan PKI yang berideologi komunis. Muso menunjuk kolonel Joko Suyono sebagai Gubernur Militer Madiun.
PKI menarik simpati rakyat dengan radio gelora Pemuda, Muso menuduh pemimpin RI (Soekarno-Hatta) menjual Indonesia kepada kaum Kapitalis (pihak swasta yang memiliki modal besar). PKI juga berhasil menguasai seluruh daerah karesidenan Pati dan menangkap serta membunuh para pejabat pemerintah RI, perwira TNI dan tokoh lainnya yang dianggap musuh PKI.
Untuk menumpas pemberontakan ini pemerintah melancarkan gerakan operasi militer 1 dan melakukan pemberian terhadap surat kabar yang berhaluan komunis, pemerintah RI menjadikan Jawa Timur sebagai Daerah istimewa dan kolonel Sungkono diangkat sebagai gubernur militer Jawa Timur. Penumpasan pemberontakan PKI diserahkan kepada Panglima Markas Besar Komando Jawa kolonel A.H Nasution.
Melalui kekuatan dua brigade yaitu divisi 3 Siliwangi dan brigade Surahman dari Jawa Timur beserta kesatuan TNI akhirnya pemberontakan dapat ditumpas dan kota Madiun dapat direbut kembali pada tanggal 30 September 1948. Muso berhasil ditembak mati dan Amir Syarifudin serta para tokoh PKI dan FDR lainnya ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.
Latihan
Silahkan kerjakan soal-soal berikut dengan jawaban yang tepat!
1. Apa yang menyebabkan Amir Syarifuddin menjadi pihak oposisi?
2. Sebutkan 3 rencana FDR!
3. Mengapa Muso melakukan agitasi politik?